Menurut
Priyadi (1996), prosedur adalah cara tertulis yang ditentukan untuk melaksanakan
suatu kegiatan oleh bagian atau personel. Penggunaan SOP bertujuan untuk
mengatur aliran kegiatan tertentu oleh bagian atau personil. Oleh sebab itu,
SOP dibutuhkan untuk membantu aktifitas organisasi atau kerja dalam suatu
industri.
Penyusunan
SOP harus jelas, singkat, sistematis, menggunakan bahasa sehari-hari, mudah
dimengerti, tidak bermakna ganda, mempunyai urutan dan teknis, urutan prosesnya
logis, rujukan penanggung jawab ditujukan kepada jabatan, dan penggunaan
diagram alir untuk menjelaskan secara umum (Chatab, 1996). Oleh sebab itu,
penyusunan SOP harus disesuaikan dengan pengguna SOP sehingga dapat dengan
mudah dipakai dan diterapkan oleh pengguna SOP.
Menurut
Chatab (1996) ada beberapa metode penulisan yang dapat digunakan untuk menulis
prosedur, yaitu:
a)
Metode
prosedur enam bagian (six part procedure).
b)
Metode
prosedur bagan alir (flow chart procedure).
c)
Kombinasi
prosedur enam bagian dan prosedur bagan alir.
Prosedur
enam bagian (six part procedure)
mencakup tujuan, ruang lingkup, acuan atau referensi, definisi, rincian
prosedur, dokumentasi atau lampiran. Pada metode bagan alir, tahapan prosedur
utama digambarkan oleh simbol-simbol umum yang biasa digunakan untuk
menggambarkan aliran proses pekerjaan atau kegiatan produksi dengan suatu flow chart. Teknik penulisan dapat
menggunakan kombinasi kedua metode, yaitu menggunakan prosedur enam bagian dan
prosedur bagan alir sehingga format penulisan menjadi seragam.
Berikut contoh header pada SOP:
Berikut contoh isi dari SOP:
Introduction ................
Tujuan ..................
Ruang Lingkup ...........
Audience ................
Ownership ...............
Dokumen Referensi .......
Definisi ................
Overview ....................
Poin_poin_isi_SOP_lainnya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar