Service desk adalah unit fungsional yang
bertanggung jawab untuk menangani berbagai insiden layanan, yang biasanya
diimplementasikan melalui panggilan telepon, web interface, atau jenis pelaporan lainnya. Dengan permasalahan yang
telah diungkapkan sebelumnya diharapkan dengan adanya service desk maka akan lebih mengoptimalkan layanan teknologi
informasi dalam mendukung bisnis perusahaan.
Tujuan utama dari
Service Desk adalah untuk mengembalikan
‘normal service’ kepada para pengguna secepat mungkin. Normal service disini adalah layanan sesuai dengan Service Level Agreement (SLA). Tanggung jawab service
desk akan mencakup:
1) Mencatat/merekam semua kejadian/permintaan layanan yang relevan, lalu mengkategorisasi dan memprioritaskan
kejadian/permintaan tersebut.
2)
Sebagai first-line investigasi dan diagnosis insiden
3)
Mampu
menyelesaikan incident atau service
request
4) Mempercepat waktu yang
digunakan dalam menyelesaikan insiden / permintaan layanan yang
diterima
5)
Menutup semua insiden, permintaan
dan panggilan lainnya yang telah diselesaikan
6)
Melakukan callback/survey terhadap kepuasan
customer atau user
7) Komunikasi dengan customer, menjaga agar customer mengetahui informasi mengenai kemajuan penanganan insidennya, memberitahu customer jika akan ada perubahan atau penghapusan
layanan
Ada banyak cara yang dilakukan
perusahaan untuk membangun layanan service
desk. Berdasarkan Office of Government
Commerce (OGC) dalam buku Service
Operation (2007), terdapat beberapa pilihan struktur service desk, diantaranya Local Service Desk, Centralized Service Desk, dan Virtual Service Desk. Tetapi dalam pengimplementasian dapat menggabungkan
dari pilihan-pilihan di bawah ini.
Dalam ITIL v3 berdasarkan Office of Government Commerce (OGC)
dalam buku Service Operation (2007)
terdapat beberapa peran atau role
pada service desk yang dapat diimplementasi yaitu Service Desk Manager, Service Desk Supervisor, Service Desk Analyst.
Banyak faktor yang mempengaruhi
dalam menentukan staffing level dari service desk, diantaranya adalah sebagai
berikut:
1)
Ekspektasi
layanan customer
2)
Kebutuhan
bisnis, seperti keuangan, response time,
dsb.
3)
Besar,
usia, desain dan kompleksitas dari infrastuktur teknologi informasi dan katalog
layanan.
4)
Banyak
customer dan user yang di-support dan
faktor lain seperti banyak customer
dan user yang berbicara dengan bahasa
yang berbeda, juga kemampuan yang dimiliki mereka
5)
Tipe
permintaan layanan dan insiden serta tipe permintaan perubahan jika
memungkinkan.
6)
Waktu
support, tipe response, dan level training
yang dibutuhkan
7)
Ketersediaan
teknologi yang di-support
8)
Kemampuan
staff yang dimiliki perusahaan
9)
Proses
dan prosedur yang digunakan
Kemampuan
yang harus dimiliki oleh service desk
adalah:
1) Interpersonal
skill
2) Business
awareness
3)
Service awareness keseluruhan layanan teknologi
informasi yang di-provide
4) Technical
awareness
5)
Support tools dan teknik lainnya, dsb.
Sumber :
Office
of Government Commerce
(OGC), “Service Operation”, TSO (The Stationery Office), London, 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar